Alasan BnTeT Gabung Gen.G!

Sebagai salah satu pemain Asia yang berhasil menembus taraf internasional, Hansel ‘BnTeT’ Ferdinand memang menunjukkan performa yang konsisten saat bermain bersama TyLoo dalam berbagai kompetisi besar ataupun major. Hal tersebut menjadikan pemain ini layak bergabung dengan Gen.G, bermain bersama veteran lainnya seperti daps, autimatic, koosta, dan s0m.

Namun, perjalanan BnTeT hingga mencapai tahap ini memang tidak selalu mulus. Pemain muda asal Indonesia ini memulai karir professional CS:GO nya sejak dini dan kerap kali berpindah tim, menimba ilmu dan pengalaman untuk mengembangkan kemampuan bermainnya.

BnTeT mulai bermain Counter-strike 1.6 saat masih berusia 11 tahun dan tidak perlu waktu lama untuk dirinya dilirik oleh salah satu tim CS:GO Indonesia, Nxl. Bersama dengan Nxl, BnTeT berhasil memenangkan turnamen internasional pertamanya MSI Beat It! SEA qualifier di Beijing, China. Setelah itu, meski sempat vakum dari karir professional akibat kuliah, BnTeT memutuskan untuk kembali ke Nxl pada tahun 2016.

Tidak lama setelah kembali aktif, BnTeT mencari tantangan baru dengan bergabung bersama Recca Esports, bertemu dengan duetnya Kevin ‘xccurate’ Susanto. Karirnya di tim tersebut juga tidak berjalan lama karena datang panggilan dari TyLoo di awal tahun 2017. Setelah berhasil meyakinkan orang tuanya untuk mengizinkannya pindah dan menempuh karir sebagai atlet esports, BnTeT betah memperkuat TyLoo hampir sekitar tiga tahun.

Bermain di salah satu tim terbaik CS:GO di Asia, BnTeT memang cukup sering mendapat kesempatan untuk tampil di event internasional, dimana dirinya dapat berhadapan dengan tim-tim papan atas yang sebelumnya hanya dapat dilihat aksinya melalui Twitch. Sayang, perjalanannya di turnamen internasional tidak semulus scene mereka di Asia, dimana kerap kali TyLoo harus gugur awal di babak group stage.

Bersama TyLoo, BnTeT pernah mencatat prestasi membanggakan baginya yakni mulai dari FACEIT Major dimana mereka menjadi tim CS:GO Asia pertama yang berada di top-16 turnamen major. Setelah itu, performa mereka di IEM Sydney semakin menanjak dengan mengantarkan TyLoo mencicipi peringkat 10 dunia, usai mengalahkan tim-tim besar seperti SK, Cloud9, dan Renegades, hingga terhenti disemifinal oleh FaZe.

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *