AS Roma Tidak Sadar Langgar Regulasi!

Awal tahun 2021 sepak bola di lima liga top Eropa terus bergeliat. Berbagai kompetisi domestik terus berjalan meski pandemi masih belum mereda di Eropa.

Salah satu ajang yang menarik perhatian adalah babak 16 besar Coppa Italia. Di tengah jeda kompetisi liga Serie A, tim-tim yang berhasil lolos ke babak 16 besar saling bertarung untuk memperebutkan tiket ke babak selanjutnya.

Satu laga menarik perhatian adalah AS Roma melawan Spezia. Sang serigala ibukota Italia dilibas oleh tim penghuni papan tengah Serie A dengan skor 2-4. Hal menarik dari pertandingan tersebut justru bukan kekalahan sang raksasa, namun pelanggaran regulasi yang mereka lakukan dalam pertandingan.

Selain dihajar Spezia dengan skor telak di kandang, Roma juga mendapat dua kartu merah sekaligus.

Dua kartu merah ini yang bikin Roma melanggar regulasi. Lebih tepatnya, regulasi yang mereka langgar adalah peraturan tentang pergantian pemain.

Ajang Coppa Italia biasanya memperboleh tim peserta untuk melakukan 5 pergantian pemain sebelum waktu penuh. Peraturan tambahan juga mengizinkan mereka melakukan pergantian keenam jika pertandingan sampai ke babak extra time.

Roma yang mendapat dua kartu merah saat laga udah masuk extra time memasukkan dua pemain mereka dari bangku cadangan untuk menggantikan dua pemain lainnya yang udah kelelahan.

Masalahnya, sebelum kejadian tersebut Roma udah melakukan empat pergantian. Klub boleh menggunakan pergantian pemain ke-6 kalau memang mereka udah mengganti 5 pemain sebelum waktu penuh. Sayangnya di masa 90 menit waktu penuh Paulo Fonseca cuma mengganti 4 pemain.

Ini artinya jatah pergantian pemain AS Roma masih sebatas 5 pemain karena mereka belum menghabiskan jatah pemain ke-5 tersebut di kurun waktu 90 menit pertandingan. Dengan memasukkan 2 pemain di extra time, Paulo Fonseca mengganti pemain di luar jatah yang diberikan.

Wasit dan juga official yang bertugas tidak bisa menegurnya karena memang peraturan tersebut tidak dijelaskan secara spesifik untuk mencegah pelanggaran regulasi yang terjadi karena hal teknis seperti tadi.

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *